merindukan rembulan diatas pelangi

Kamis, 28 Februari 2019

sajian tepat jamur tiram guna di pasaran


Sajian Tepat  Untuk Jamur Tiram di Pasaran
Kembali lagi kita bahas masih seputar makanan, dan olahan tepat guna yang berbahan dasar jamur tiram. Untuk kali ini kita akan berbincang mengenai pemasarannya untuk menemukan pilian apa yang bisa kita gunakan untuk menginovasikan jamur tiram segar menjadi sajian tepat guna. Jadi kita mengenal jenis jamur ini memanglah sangat popular dikalangan masyarakat. Tapi bosan tentunya kalau menikmati dengan cara yang gitu-gitu aja, masakan hasil olahan jamur  tiram di rumah misalkan :
*         Tumis jamur tiram
*         Sup jamur tiram
*         Gulai jamur tiram dicampur dengan sedikit untuk daging cincang.
*         Sambal jamur tiram
Seperti berbagai oolahan diatas. Yeah.. gitu-gitun aja yang bisa kita nikmati di rumah, padahalkan jamur tiram memiliki segudang varian. Ternyata kita semua banyak yang belum tahu ya? Baiklah, disini kita akan mengupas semua.

Di luar pulau Sumatra, pulau jawa tepatnya. Jenis jamur yang satu ini sangat digemari oleh setiap lapisan masyarakat, oleh sebab itu banyak sekali oknum yang memanfaatkan dan mengembangkan olahan jenis jamur tiram menjadi berbagai macam bentuk sajian dan dengan inovasi-inovasi yang sangat menarik mata para pecinta kuliner di seluruh nusantara kita. Dengan menyebar luasnya jamur tiram di pasaran secara otomatis maka meningkatkan kebutuhan produksinya bagi para petani jamur tiram itu sendiri tentunya. Maka dengan demikian tidak sedikit yang memanfaatkan kesempatan ini menjadi peluang usaha dan bisnis bagi mereka. Peluang usaha dari jamur tiram ini contohnya :
*         Petani jamur tiram
*         Pengepul jamur tiram
*         Penyedia media tumbuh jamur tiram
*         Kuliner olahan jamur tiram
*         Penyedia bahan-bahan jamur tiram
*         Para pedagang kecil jamur tiram
*         Pemaanfaatan limbah jamur tiram
*         Sampai pelatihan jamur tiram bagi pemula
Dengan banyaknya peluang usaha yang tercipta, tentunya juga banyak membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat disekitarnya. Dampak ini tentu sangat positif jika dirasakan dan dipandang dari segi perekonomian. Karena dapat meningkatkan SDM di daerah tersebut.

Lalu apa yang membuatnya digemari hingga menjamur di kalangan masyarakat? Ternyata selain rasanya yang lezat, jamur tiram juga memiliki banyak sekali manfaat dari nilai gizi yang terkandung didalam jamur tiram tersebut. Seperti yang akan saya paparkan dibawah ini :
*         Menurunkan kolesterol
*         Anti-bakterial
*         Anti-tumor
*         Dan banyak juga dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit mulai dari diabetes, lever, dan lainnya
*         Untuk orang yang ingin menurunkan berat badan juga bisa mengonsumsi Jamur Tiram ini karena banyak mengandung serat
Sangat jauh lebih baik tentunya kalau dibandingkan dengan sayuran klasik yang sering kita konsumsi sehari-hari. Apakah anda tidak suka makanan jamur tiram, lihat dulu khasiat diatas. Kalau sebagian mereka yang sadar akan pentingnya kesehatan tentu akan gemar mengkonsumsi jamur tiram. Setelah kita mengetahui manfaatnya, kini kita lihat aoa saja yang bisa kita kembangkan dari olahan jamur tiram. Ada 12 macam hasil olahan jamur tiram :
1.      Keripik
2.      Crispy
3.      Kue tar
4.      Bolu
5.      Agar-agar
6.      Sate
7.      Nughet
8.      Bakso
9.      Sosis
10.    Abon
11.    Pempek
12.    Dan juga jamur tiram bisa dijadikan tepung untuk membuat roti atau berbagai macam kue lain.
Dan masih banyak lagi makanan yang bisa diciptakan dari olahan jamur tiram menjadi sajian tepat guna. Dari pilihan olahan diatas bisa anda tentukan yang mana yang bisa anda manfaatkan untuk menjadi peluang usaha dari sajian tepat guna untuk jamur tiram. Karena peluang usaha ini memiliki prospek penghasilan yang sangat menggiurkan bagi para oknum yang berperan dan mau menggelutinya. Tinggal anda sesuaikan dengan daerah dan minat disekitar daerah anda tinggal.

Anda bisa memulainya dari hal kecil terlebih dahulu, “dan jangan pernah menunda untuk memulainya”. Bagaimana? Apakah anda tergiur untuk membuka usaha dari peluang diatas, atau anda lebih tertarik untuk menjadi penikmat kulinernya saja, itu bukan masalah, karena anda tetap berperan didalamnya.
Semoga bermanfaat. Terimakasih...


satu hal yang yang dapat menggetarkan hati non muslim diseluruh indonesia



Salam pemirsa yang budiman...  Seiring do’a yang selalu kita panjatkan, semoga Tuhan selalu memberikan rahmat serta karunianya kepada kita semua. Dengan segala kelemahan dan kerendahan hati kita mensyukuri apa yang telah kita miliki sebagai nikmat yang diamanahkan kepada kita.

Dibalik besarnya rasa syukur kita, tentu lah banyak cara kita lakukan untuk mengungkapkan rasa syukur tersebut, selain mengucap asma-asma atas keagunganNya, kita juga bisa mengungkapkannya dengan banyak cara lain seperti :

·  Bersedekah.
·  Berbuat kebaikan.
·  Saling tolong menolong.
·  Berpuasa.
·  Shalat.

Shalat adalah perintah yang sangat dianjurkan bagi kita kaum muslim, sebagaimana Allah berseru dalam firmannya, yang artinya.

 “ Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar ”,

Maka kita sebagai umat muslim yang beriman dan mengimaniNya, jangan pernah melalaikan atau meninggalkannya dengan sengaja, karena begitu banyak fadillah yang akan kita peroleh, jika melaksanakan apa yang telah diperintahkan dan menjadi kewajiban kita.salam keadaan apapun, dalam situasi apapun perintah shalat tersebut tetap harus kita kerjakan kecuali maut yang kan menjemput.
Mengapa demikian terkesan begitu memaksa? Sebab banyak sekali keutamaan atas ibadah ini, dan kemudahan bagi setiap orang yang akan melakukannya. Diantaranya sebagai berikut :

·  Islam itu penuh toleransi bagi siapapun umatnya.
·  Tidak ada kecemasan bagi pelaku ibadah tersebut.
·  Sebagai sarana untuk berinteraksi setiap umat Islam kepada sang penciptanya.
·  Dapat dikerjakan dalam situasi dan kondisi apapun. Semisal orang yang sedang sakit,  boleh mengerjakan dengan kemampuan mereka atau orang yang terlalu sibuk, bahkan dalam perjalanan sekalipun tetap dapat mengerjakannya.
·  Adalah satu amalan yang pertama kali dapat menolong kita, setelah selesai segala hubungan kita didunia.

Masih banyak lagi keistimewaan dari ibadah yang satu ini. Tapi kali ini kita akan membahasnya dalam konteks yang berhubungan dengan orang-orang yang meyakini agama selain islam (non muslim). Kadang terlintas oleh kita, bagaimana sih tanggapan orang-orang non muslim itu terhadap agama islam? Namun perlu digaris bawahi bahwasannya bukan jihad kita untuk memerangi orang-orang non muslim dan agama mereka diluar sana. Tapi memerangi diri kita sendiri dari segala hawa nafsu adalah jihad diatas jihad yang sebenarnya.

Kenapa bisa begitu? Iya, tentu... Karena sangat sulit, dan sangat berat bagi umat muslim untuk mengendalikan nafsu mereka. Oleh karena itu untuk dapat menjalankan perintah apapun yang sudah menjadi kewajiban setiap muslim haruslah melewati dan memerangi penyakit yang sudah mendarah daging dan turun temurun sejak zaman nenek moyang kita ini. Barulah kita dapat memenangkan agama kita dari mereka non muslim diluar sana.

Sperti ini pemaparannya, shalat yang diwajibkan dalam agama islam adalah sebanyak lima kali dalam sehari, yaitu lima kali dalam waktu-waktu tertentu :

·  Subuh hingga batas sebelum terbit fajar.
·  Dzuhur sampai sebelum masuk waktu ashar.
·  Ashar hingga terbenamnya matahari.
·  Maghrib hingga masuk waktu isha.
·  Isha sampai menjelang waktu shalat fajar.

Lima waktu shalat diatas wajib dikerjakan oleh setiap muslim selama masih menjalani kehidupan di dunia. Namun ada satu waktu shalat yang sangat istimewa, yaitu shalat shubuh. Mengapa shalat ini istimewa? Karena waktunya yang dikerjakan pada waktu seluruh orang sedang istirahat, kita diharuskan bangun diwaktu itu untuk mengerjakannya. Maka dari itu hanya segelintir orang dari umat muslim saja yang dapat mengerjkannya tepat waktu.

Padahal waktu shalat ini yang dapat memenangkan agama kita dari mereka non muslim diluar sana. Dengan catatan “ jumlah jama’ah shalat shubuh sama dengan jumlah jama’ah shalat jum’at”. Barulah kita umat muslim dapat menggetarkan seluruh hati non muslim di seluruh dunia. Karena konteks ini telah diketahui oleh setiap non mjuslim, tapi sebaliknya kita umat muslim malah banyak yang tidak tau akan hal ini.

·  Masih sering mengabaikan panggilan shalat.
·  Masih malas mengerjakan shalat.
·  Masih menganggap ada yang lebih penting dari pada shalat.
·  Tidak merasa berdosa walaupun meninggalkan shalat.
·  Tidak sadar akan hukumnya.

Begitulah mereka lalai dan terlena akan urusan dunia :

·  Sibuk bekerja.
·  Lelah bekerja.
·  Mengurus usaha.
·  Sibuk jual beli.
·  Sibuk kuliah.
·  Sibuk sekolah.
·  Sibuk nongkrong.
·  Sibuk main-main.
·  Sibuk  berolahraga.
·  Sibuk mengurus anaknya.
·  Sibuk mengurus keluarganya.
·  Sibuk mengurus rumahnya.
·  Sibuk mengurus peliharaannya.
·  Dan lain-lain kesibukan mereka.

Sehingga melalaikan mereka bahwa ada kehidupan yang lebih kekal daripada kehidupan kita yang sekarang ini. Yaitu akhirat. Lalu bagaimana akan membawa agama islam agar tidak dijajah, sedangkan perilaku umatnya jauh dari hukum agamanya.

“Tanamkanlah pada diri kita tidak panggilan yang lebih penting dari seruanNya”

Semoga tulisan ini dapat mengingatkan kita semua akan kehidupan yang lebih kekal telah menunggu kita, dan untuk mengikatkan kita lebih erat kepada agama islam yang kita junjung. Semoga bermanfaat.
Terimakasih..


warisan


WARISAN

Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.

Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan.
Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan.

Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara.

Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita.
Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri.
Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar.

Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka.

Ternyata, teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya.

Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata.

Maka, Bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu.

Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu,
memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."

Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran agamanya.

Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja "iman". Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali mencoba jadi Tuhan.
Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba.

Latar belakang dari semua perselisihan adalah karena masing-masing warisan mengklaim, "Golonganku adalah yang terbaik karena Tuhan sendiri yang mengatakannya".

Lantas, pertanyaan saya adalah kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang menciptakan para Muslim, Yahudi, Nasrani, Buddha, Hindu, bahkan ateis dan memelihara mereka semua sampai hari ini?

Tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Jika Dia mau, Dia bisa saja menjadikan kita semua sama. Serupa. Seagama. Sebangsa.
Tapi tidak, kan?

Apakah jika suatu negara dihuni oleh rakyat dengan agama yang sama, hal itu akan menjamin kerukunan?

Tidak!

Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama.

Sebab, jangan heran ketika sentimen mayoritas vs. minoritas masih berkuasa, maka sisi kemanusiaan kita mendadak hilang entah kemana.

Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia kita.

Karena itulah yang digunakan negara dalam mengambil kebijakan dalam bidang politik, hukum, atau kemanusiaan bukanlah Alquran, Injil, Tripitaka, Weda, atau kitab suci sebuah agama, melainkan Pancasila, Undang-Undang Dasar '45, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam perspektif Pancasila, setiap pemeluk agama bebas meyakini dan menjalankan ajaran agamanya, tapi mereka tak berhak memaksakan sudut pandang dan ajaran agamanya untuk ditempatkan sebagai tolak ukur penilaian terhadap pemeluk agama lain. Hanya karena merasa paling benar, umat agama  tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan.

Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan pada anak cucu kita betapa negara ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan masing-masing di media sosial.

Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan. Kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir.
Area lampiran